FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah pemberdayaan. Langkah positif ini dalam mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong kesadaran warga melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kamis (4/12/2025).
PT Vale Indonesia Tbk menyelenggarakan program sosial lingkungan dengan menggelar promosi kesehatan (promkes) berupa penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Desa Hakatutobu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat kepada warga yang merupakan program Environment Social Governance (ESG) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
EHS Koordinator PT Vale IGP Pomalaa, Muh Arief Surya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga di wilayah pemberdayaan. Program PHBS ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu-ibu, untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menular.
“Ya kegiatan ini digelar di
Desa Hakatutobu temanya “Perilaku hidup bersih dan sehat, dengan tujuan mendorong masyarakat”, dan tema ini merupakan bagian dari rangkaian program kesehatan PT Vale IGP Pomalaa yang dilaksanakan dua kali sebulan setelah Desa Hakatutobu, kegiatan serupa kita akan lanjut ke Desa Baula dengan tema yang berbeda, karena ada beberapa tema yang kita jadikan program ini adalah perilaku sehat, HIV Aids dan katarak,”katanya.
Muh Arief menjelaskan edukasi PHBS memang sangat penting untuk menciptakan lingkungan sehat dan meningkatkan kesehatan anak-anak. Jika ibu-ibu menerapkan pola hidup sehat, maka anak-anaknya akan lebih sehat dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Anak-anak adalah penerus, karena itu perlu dipastikan dari sisi kesehatan sejak dini terus terjaga. Kami harap ibu-ibu disini melakukan implementasi hidup sehat, artinya dari sisi anak-anaknya itu bisa jauh lebih sehat,”jelas Muh Arief Surya.
Sementara itu, Penanggungjawab Medis PT Vale IGP Pomalaa, dr. Fathur Rahman mengatakan, PHBS merupakan tindakan kesehatan yang dilakukan atas kesadaran untuk meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat, serta menjaga kebersihan lingkungan, seperti mencuci tangan, pola makan bergizi konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik rutin, penggunaan jamban sehat, hingga mengelola sampah dan tidak merokok di rumah.
“PHBS itu mencakup banyak aspek penting, seperti mencuci tangan, makan buah dan sayur, berolahraga, dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan menerapkan PHBS, kita bisa menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar,
untuk mencegah penyakit, meningkatkan kualitas hidup, dan membantu anak tumbuh kembang secara optimal,” katanya.
Fathur Rahman juga menjelaskan ada 10 PHBS yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, memeriksakan diri ke posyandu secara berkala, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun dengan menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk, konsumsi buah dan sayur, rajin berolahraga, serta tidak merokok di dalam rumah.
“Ya ada 10 poin penting PHBS mulai dari persalinan yang aman hingga tidak merokok di rumah, semua itu sangat penting untuk kesehatan kita,”jelas dr Fathur Rahman.
Ia mengungkapkan, bahwa pencegahan stunting sejak dini sangat penting juga dilakukan. Olehnya itu pihaknya mengimbau kepada ibu-ibu yang memiliki anak usia 0 – 2 tahun dimana usia 100 hari kehidupan pertama merupakan fase penting untuk mencegah pertumbuhan yang kurang atau tidak seimbangnya antara usia dan berat badan.
“Jadi upaya ini adalah bagaimana implementasi di PT Vale itu sendiri untuk menjaga bagaimana anak-anak sekitaran desa binaan terkhusus Kabupaten Kolaka anak-anak tumbuh sehat dan juga perkembangannya seimbangan dengan usianya. Saya harap agar pemberian ASI ekslusif bagi anak 0 – 2 tahun, pemeriksaan Kesehatan dan penimbangan berat badan di Posyandu sangat penting dilakukan. Selain itu kami juga memberikan sembako kepada ibu-ibu di Posyandu dalam rangka menekan stunting,” ungkap dr.Fathur Rahman(***)










Komentar