oleh

Cegah Narkoba dan TBC, PT Vale IGP Pomalaa Edukasi Warga Oko-Oko

-BERITA-125 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan penyakit tuberkulosis (TBC) terus dilakukan di wilayah sekitar operasional. Melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, PT Vale menggelar sosialisasi promosi kesehatan bagi warga Desa Oko-Oko, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut mengangkat dua isu kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat, yakni penanggulangan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) serta pencegahan TBC.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti ratusan warga dengan melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta tenaga kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Sosial Lingkungan “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya” yang dijalankan PT Vale di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya Napza dan TBC, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan kesehatan yang mereka hadapi.

Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, mengatakan promosi kesehatan merupakan bagian dari upaya perusahaan membantu menangani persoalan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan pengguna, tetapi juga dapat memunculkan persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Karena itu, menurut Aditya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan bersama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

“Narkoba ini membutuhkan usaha semua pihak, perusahaan, masyarakat, pemerintah untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba itu sendiri,” katanya.

Aditya juga mendorong para peserta, khususnya orang tua, agar tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat melalui berbagai forum, mulai dari pertemuan warga, arisan, hingga kegiatan kepemudaan.

Ia menambahkan, Desa Oko-Oko dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan dengan mempertimbangkan tingginya mobilitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ke depan, PT Vale juga berencana berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melaksanakan kegiatan promosi kesehatan lanjutan, termasuk edukasi mengenai dampak kesehatan yang berkaitan dengan debu dan asap dari aktivitas operasional.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Oko-Oko, Binsar, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar di desanya.

Ia menyebut persoalan penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian bersama berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian dan kecamatan.

“Sosialisasi Napza ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Berdasarkan informasi yang kami terima, wilayah Kolaka bagian selatan mendapat perhatian terkait penyalahgunaan narkoba. Karena itu, kami terus bekerja sama dengan pemuda Karang Taruna untuk mengedukasi warga,” ungkap Binsar.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan BNN dan kepolisian.

Selain persoalan narkoba, Binsar juga berharap PT Vale dapat memberikan edukasi mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini berkaitan dengan perhatian masyarakat terhadap paparan debu dan asap.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Pomalaa, La Ode Ndikode, mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama dalam mengawasi pergaulan anak-anak dan remaja.

Menurut La Ode, meningkatnya mobilitas masyarakat seiring aktivitas industri perlu diantisipasi bersama agar potensi persoalan sosial dapat ditekan.

“Daya rusak narkoba ini menurut ahli kesehatan sama dengan daya rusak seks. Ketika seseorang sudah merasakan dan kecanduan, maka akan sangat susah dipisahkan. Orang tua harus waspada, memproteksi, dan mendekati anak-anak kita, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak remaja atau menjelang remaja,” ucap Ndikode

Sementara itu, Lista, warga Desa Oko-Oko yang mengikuti kegiatan, mengaku memperoleh pengetahuan baru dari sosialisasi tersebut.

Menurutnya, informasi mengenai pencegahan TBC dan bahaya penyalahgunaan narkoba penting bagi masyarakat yang masih minim pemahaman mengenai kedua persoalan tersebut.

“Bagi kami yang masih awam, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru, khususnya tentang pencegahan TBC dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Kami berharap sosialisasi seperti ini dapat dilakukan lebih sering dan menjangkau lebih banyak masyarakat Desa Oko-Oko,” ujar Lista.

Melalui kegiatan tersebut, PT Vale berharap edukasi kesehatan dapat terus diperkuat sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam mencegah penyalahgunaan Napza, menjaga kesehatan lingkungan, serta melakukan langkah-langkah pencegahan TBC sejak dini.

Untuk diketahui dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi kesehatan dalam dua sesi.

Materi mengenai penanggulangan penyalahgunaan Napza disampaikan Penyuluh Kesehatan Masyarakat/Eksekutif Promkes IGP Pomalaa, Aris Rantelino, SKM.

Sementara materi mengenai pencegahan TBC dan kesehatan lingkungan disampaikan Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhamad Syifak.

Kepala Puskesmas Baula, dr. Armayanti, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai bahaya narkoba penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya orang tua dalam mengawasi pergaulan anak.(**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *