oleh

Kebanggaan Desa Balobone, Karmila Siswi SRT No. 1 Buton Tengah Jadi Pemegang Baki Bendera Merah Putih pada HUT ke-81 RI

-BERITA-3 views

FOKUSKATANEWS.COM.BUTON TENGAH- Momen istimewa hadir dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Buton Tengah. Di tengah khidmatnya upacara, seorang siswi sederhana dari Desa Balobone, Kecamatan Mawasangka, tampil membawa kebanggaan bagi desa, sekolah dan keluarganya.

Namanya Karmila, siswi kelas XI SRT No. 1 Buton Tengah. Ia terpilih sebagai pemegang baki Bendera Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Buton Tengah.

Bagi Karmila, tugas tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun, di balik langkah tegap dan sikap tenangnya saat membawa baki, tersimpan sebuah cerita tentang perjuangan, kesempatan, dan potensi seorang anak yang akhirnya mendapat ruang untuk bersinar.

Karmila merupakan bagian dari angkatan pertama SRT Buton Tengah untuk jenjang SLTA. Ia berasal dari keluarga sederhana. Kedua orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan di Desa Balobone.

Kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi Karmila untuk menunjukkan kemampuannya. Hari ini, ia membuktikan bahwa kesempatan yang diberikan kepada seorang anak dapat membuka jalan menuju prestasi yang mungkin sebelumnya tidak pernah dibayangkan.

Di hadapan peserta upacara dan masyarakat yang hadir, Karmila menjalankan tugasnya dengan prima, tenang, dan tanpa cela. Ia membawa baki Bendera Merah Putih untuk dikibarkan sebagai simbol kebanggaan dan penghormatan kepada Sang Merah Putih.

Penampilan Karmila tentu tidak terlepas dari latihan keras dan bimbingan para pelatih. Namun, di balik keberhasilannya ada satu pesan penting: setiap anak memiliki potensi, dan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut.

Bupati Buton Tengah Dr Azhari mengatakan, bahwa tidak semua anak lahir dalam kondisi yang sama. Ada yang tumbuh dengan segala kemudahan, ada pula yang harus melewati berbagai keterbatasan. Tetapi ketika kesempatan hadir, kemampuan yang selama ini mungkin tersembunyi dapat muncul dan berkembang. Kisah Karmila menjadi salah satu bukti kecil bahwa pendidikan dan kesempatan dapat mengubah cara seorang anak melihat masa depannya.

“Karena itu, kehadiran SR dan SNT, serta insyaallah Kampus Maritim di Buton Tengah, diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak daerah untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan cita-cita mereka,”katanya 

Ia menambahkan, hari ini Karmila berdiri membawa baki Bendera Merah Putih, bukan tidak mungkin anak-anak Buton Tengah lainnya berdiri di panggung yang lebih besar, membawa nama daerahnya di berbagai bidang.

Azhari mengungkapkan, dari Desa Balobone, seorang anak sederhana telah menunjukkan bahwa kesempatan bisa menjadi awal dari sebuah perjalanan besar.

“Saya harap, semoga kisah Karmila menjadi inspirasi bahwa tidak ada potensi yang terlalu kecil untuk dikembangkan dan tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diperjuangkan. Selamat, Karmila. Teruslah melangkah dan bersinar. Masa depan Buton Tengah ada di tangan anak-anak hebat seperti kamu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,”ungkap Azhari.(*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *