FOKUSKATANEWS.COM.BUTON TENGAH- Selesainya masa pengabdian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 69 Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka di Desa Wakea Kea, Kabupaten Buton Tengah, Sultra, meninggalkan sejumlah program yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Meskipun penarikan resmi mahasiswa KKN telah dilaksanakan pada 24 Agustus 2026, berbagai program kerja yang direalisasikan selama masa pengabdian kini mulai dimanfaatkan dan diharapkan dapat berkelanjutan.
Selama berada di Desa Wakea Kea, mahasiswa KKN USN Kolaka tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh berbagai sektor, mulai dari digitalisasi, keselamatan lingkungan, pendidikan, kesehatan, hingga keagamaan. Sabtu (5/9/2026).
Pembimbing Lapangan, Arbain mengatakan, salah satu program unggulan yang menjadi warisan mahasiswa KKN adalah Web Profil Desa Wakea Kea. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai sarana pelayanan digital sekaligus pusat informasi desa.
Melalui laman tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi serta mengakses dokumen administrasi desa secara lebih praktis tanpa harus selalu datang langsung ke kantor desa. Kehadiran platform digital ini juga diharapkan dapat mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus mempercepat proses digitalisasi pelayanan di tingkat desa.
“Selain pengembangan sistem informasi, mahasiswa KKN turut melakukan pembenahan sejumlah fasilitas publik. Beberapa di antaranya berupa papan nama batas dusun, reflektor lampu jalan, dan papan nama jabatan perangkat desa,”kata Arbain
Ia berharap, papan nama batas dusun dipasang untuk membantu warga maupun pendatang mengenali pembagian wilayah Desa Wakea Kea. Sementara itu, reflektor lampu jalan ditempatkan pada sejumlah titik untuk meningkatkan visibilitas batas jalan dan tikungan pada malam hari sehingga dapat membantu meminimalkan risiko kecelakaan.
“Adapun papan nama jabatan perangkat desa dipasang di rumah masing-masing aparatur desa. Fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengenali keberadaan perangkat desa sekaligus memperlancar komunikasi antara warga dan pemerintah desa,”harap Arbain
Sementara itu, Koordinator Desa, Danang Hadi Wibowo, mengatakan bahwa untuk di sektor pendidikan, mahasiswa KKN juga memberikan perhatian terhadap perkembangan teknologi dan pembentukan karakter peserta didik. Pada jenjang SMP, mahasiswa menggelar sosialisasi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bijak, termasuk edukasi mengenai cara membedakan konten asli dengan konten yang dihasilkan oleh AI.
“Sementara di tingkat sekolah dasar, mahasiswa melaksanakan sosialisasi Stop Bullying yang disertai dengan komitmen kelas anti-perundungan. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan pendampingan belajar pada sore hari sebagai bentuk dukungan terhadap proses pendidikan anak-anak di desa,”kata Danang
Ia menambahkan, bahwa program pengabdian juga menyentuh bidang kesehatan dan sosial-keagamaan. Mahasiswa menggelar senam sehat yang melibatkan anak-anak sekolah dasar dan ibu-ibu, pendampingan mengaji rutin, serta pengajian majelis bersama masyarakat.
“Berbagai program tersebut telah direalisasikan dan diserahterimakan sebelum mahasiswa ditarik dari lokasi KKN. Keberadaan program-program itu diharapkan tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir, tetapi dapat terus dirawat, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh masyarakat bersama pemerintah Desa Wakea Kea,”harap DanangĀ
Berakhirnya masa KKN Angkatan 69 di Desa Wakea Kea pun menjadi bagian dari perjalanan pengabdian mahasiswa USN Kolaka kepada masyarakat. Warisan berupa digitalisasi layanan, fasilitas publik, edukasi, serta kegiatan sosial diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendorong terciptanya desa yang semakin mandiri, aman, dan berwawasan digital.(*)










Komentar