oleh

Dinkes Kolaka Gelar Pertemuan Pergerakan Masyarakat Dalam Upaya Promosi Kesehatan Jiwa dan Napza Bagi Remaja

-BERITA-27 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA-Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka menggelar pertemuan pergerakan masyarakat dalam upaya promosi kesehatan jiwa dan Napza bagi remaja, berlangsung di hotel Sutan Raja Kolaka, Kamis (20/6/2024).

Upaya Kesehatan jiwa adalah kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh,terpadu dan berkesinambungan dari pemerintah yang dilaksanakan oleh dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka dr Muhammad Aris mengatakan, bahwa setiap orang dapat mencapai kualitas kehidupan yang baik, menikmati kehidupan kejiwaan yang sehat, bebas dari ketakutan, tekanan dan gangguan lain yang dapat mengganggu kesehatan jiwa, dan menjamin setiap orang dapat mengembangkan berbagai potensi yang ada pada setiap Individu terutama yang mengalami gangguan kejiwaan.

Ia menjelaskan, sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa bahwa Negara menjamin setiap, orang hidup sejahtera lahir dan batin serta memperoleh pelayanan kesehatan yang merupakan amanat Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, kesehatan jiwa juga memiliki banyak komponen dan mempengaruhi berbagai faktor, diantaranya penyalahgunaan NAPZA. Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. NAPZA secara umum adalah semua zat kimiawi yang jika dimasukkan kedalam tubuh manusia, baik secara oral (diminum, dihisap, dihirup, dan disedot) maupun disuntik, dapat mempengaruhi kejiwaan/psikologis dan kesehatan seseorang, serta menimbulkan kecanduan atau ketergantungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penyalahgunaan NAPZA lekat kaitannya dengan masalah kesehatan jiwa.

Aris mengungkapkan, program kesehatan jiwa di Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka memiliki sasaran ODGJ Berat pada tahun 2023 sebanyak 320 kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dari seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kolaka, bahwa jumlah kasus ODGJ berat pada tahun 2023 sebanyak 176 orang atau ( 55 % ) dari target 60%  dan seluruhnya sudah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Dari 176 kasus, 2 diataranya merupakan pasien dengan kasus pasung  (1 Kecamatan Wolo dan 1 di Kecamatan Tanggetada ).
Program Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka selain memiliki sasaran ODGJ Berat juga memiliki sasaran depresi. Depresi merupakan masalah kejiwaan yang umum ditemui. Secara global lebih dari 264 jiwa penduduk di dunia mengalami depresi ( WHO, 2020 ).

Sementara itu, data di Indonesia berusia 15 tahun keatas mengalami depresi, namun hanya sekitar 9% penderita depresi yang minum obat/ menjalani pengobatan medis ( Riskesdas, 2018 ). Program Kesehatan Jiwa Kabupaten Kolaka memiliki sasaran depresi sebanyak 12,025  kasus. Hasil data yang diperoleh dari 14 Puskesmas di Kabupaten Kolaka yaitu terdapat sebanyak 40 kasus ( 0.3% ) depresi dan seluruhnya sudah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Hal tersebut masih jauh dari sasaran yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Lebih lanjut, kata dia, sementara untuk kegiatan Napza petugas melakukan skrening berbasis aplikasi  yaitu skrening Alkohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (Skrening Assist). Skrening ini dilakukan bersama dengan skrening Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) pada usia anak sekolah dan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) pada usia dewasa dengan sasaran  sebanyak 43, 758. Pada tahun 2023 capaian skrening berjumlah 1035 (2,3 %) masih jauh dari target sasaran yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh kurang dukungan dari instansi terkait, kurangnya dukungan keluarga khususnya orangtua,  jaringan yang kurang stabil, serta kurangnya ketersediaan alat elektronik oleh masing-masing orang. Ini akan menjadi perhatian kita bersama dalam pertemuan ini.

Sistem pencatatan dan pelaporan jiwa dan Napza harus menjadi perhatian kita bersama dan saat ini sistem pelaporan menggunakan SIMKESWA V2 yang terhubung langsung dengan kementerian kesehatan. Selain menggunakan SIMKESWA V2 petugas juga melakukan pencatatan laporan secara manus sebagai bahan sinkronisasi data kabupaten. Akan tetapi, yang terjadi seringkali data SIMKESWA dan data manual tidak sinkron.

Arsi mengungkapkan,bahwa Kabupaten Kolaka merupakan Barometer dari Kabupaten Kolaka lainnya dan merupakan pusat Ekonomi, Bisnis, Budaya, Pariwisata, Pendidikan dan lain-lain yang bisa berpotensi terjadinya peningkatan kasus stress yang dapat menyebabkan gangguan kejiwaan berat dan penyalahgunaan NAPZA, jika tidak ditangani dengan baik.

“Untuk itu diharapkan kepada kita semua untuk mempersiapkan SDM yang handal yang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Besar harapan kami kedepan, bahwa peserta pertemuan ini dapat mengikuti kegiatan hari ini hingga selesai dan dapat mengimplementasikan semua materi serta bersama sama dengan pemerintah didukung dengan lintas sektor terkait  demi terwujudnya pergerakan masyarakat dalam upaya promosi kesehatan jiwa dan NAPZA di Kabupaten Kolaka,”ungkap Aris

“Demikian sambutan yang dapat saya sampaikan sebagai pengantar dalam pelaksanaan Pergerakan Masyarakat dalam Upaya Promosi Kesehatan Jiwa dan NAPZA, untuk itu saya membuka acara,”tutup.***(DRT).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *