FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA-
Dinas kesehatan Kabupaten Kolaka melaksanakan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Driver Ambulans Puskesmas, Driver Ambulans BERAMAL, serta perawat pendamping Ambulans Beramal.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka dr. Muhammad Aris, S.Ked., M.KM, dan seluruh peserta workshop, bertempat di hotel sutan raja Kolaka, kamis (4/9/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dasar bagi para driver Ambulans serta perawat pendamping terkait cara pengisian resume medis pasien serta teknik BHD yang meliputi: teknik dan cara Resusitasi Jantung Paru (RJP), teknik pemasangan oksigen, serta pengenalan jenis dan fungsi bunyi sirine ambulans.
Selain penyajian materi, juga dilakukan simulasi dari setiap teknik yang diajarkan guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta workshop.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka dr. Muhammad Aris, S.Ked., M.KM, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pelayanan gawat darurat merupakan bagian yang sangat vital dalam sistem kesehatan karena menyangkut penanganan dalam situasi kritis yang berhubungan langsung dengan nyawa dan keselamatan pasien.
“Semua ambulans BERAMAL se-Kabupaten Kolaka akan menjadi jejaring dari PSC119 yang akan bertugas dalam hal penanganan kegawatdaruratan pra faskes di seluruh wilayah Kabupaten Kolaka,”kata Aris

Ia menjelaskan, untuk mewujudkan peningkatan mutu pelayanan dalam penanganan korban atau pasien gawat darurat diperlukan suatu sistem penanganan yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak melalui tata kelola terkoordinasi.
“Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu merupakan upaya terintegritas yang melibatkan berbagai sektor mulai dari pelayanan pra rumah sakit, hingga sistem rujukan yang cepat dan tepat,” jelasnya
Aris menambahkan,pelayanan gawat darurat merupakan bagian yang sangat vital dalam sistem kesehatan, karena menyangkut penanganan situasi kritis yang berhubungan langsung dengan nyawa dan keselamatan pasien.
“Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antara petugas kesehatan dan berbagai pihak antara lain Driver ambulance dan masyarakat awam, semua harus mengambil bagian dalam mengurangi angka kematian dan kecacatan karena faktor kegawatdaruratan,” ungkap aris (***)





















Komentar