FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Ketua Senat Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Dr. Muhammad As Ari, A.M., S.H., LL.M, mengukuhkan secara resmi Prof Dr H Nur Ihsan HL,M.Hum sebagai guru besar pendidikan bahasa yang juga rektor USN, melalui sidang terbuka senat, berlangsung di hotel Sutan raja Kolaka, pada kamis (2/4/2026). Pengangkatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kepemimpinan akademik di USN Kolaka dan meningkatkan budaya akademik yang unggul dan produktif.
Dalam kegiatan pengukuhan tersebut turut dihadiri, Sekda Kolaka, Akbar yang mewakili Bupati, Wakil Ketua DPRD Syaifullah Halik, Forkopimda, manajemen perusahaan penambangan, serta pimpinan Bank yang menjadi mitra Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka.
Sebelum melakukan Orasi Ilmiah, Prof.Dr. Nur Ihsan mengatakan, bahwa momentum ini sejatinya bukan hanya kegiatan seremonial akademik melainkan sebuah penegasan atas dedikasi panjang dan komitmen tanpa henti terhadap pengembangan keilmuan serta pendidikan Bangsa.
Menurutnya pencapaian pada jenjang akademik tertinggi ini,tentu tidak terlepas dari lingkungan,sinergi dan do,a dari berbagai pihak sehingga patut di berikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada ketua dan anggota Senat USN, jajaran pimpinan universitas dan fakultas serta sejawat akademik yang telah memberikan support dan kepercayaan dan ruang dialektika yang konstruktif selama ini.
“Secara Khusus terima kasih kepada Keluarga tercinta yang selama ini menjadi penyokong moral dan sumber inspirasi dalam setiap perjalanan intelektual saya,” kata Ihsan.
Lebih lanjut, kata dia, pengukuhan jabatan guru besar bukanlah akhir dari sebuah pencapaian akademik,namun menjadi titik tolak terbangunnya tanggungjawab institusional dan keilmuan yang lebih masif.
Terdapat amana besar untuk terus memproduksi ilmu pengetahuan khususnya dalam dirkursus pendidikan Bahasa yang berkedudukan sebagai pembudayaan karakter dan esensi kecerdasan suatu Bangsa.
Pembijak dan kesadaran tanggungjawab tersebut pada mimbar akademik yang terhormat ini kata dia,menyampaikan orasi Ilmiah yang berjudul “Pendekatan Prakmatik Dalam Pembelajaran Bahasa”. Pendekatan ini dinilai lebih relevan karena menempatkan bahasa sebagai praktik sosial, bukan sekadar struktur gramatikal.
“Pembelajaran bahasa bukan hanya soal kaidah, tetapi juga tindakan sosial. Untuk itu, pembelajaran bahasa harus kontekstual, hidup, dan dekat dengan realitas masyarakat,” ungkapnya.(**)










Komentar