oleh

Bupati Kolaka Resmikan Kantor Baru Perumda Tirta Sorume, Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Warga

-BERITA-0 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Bupati Kolaka, H Amri Jamaluddin meresmikan  Gedung baru Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sorume Kolaka, berlangsung di jalan poros Kolaka-Pomalaa tepatnya di Kelurahan Tahoa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Rabu (15/4/2026).

Dalam kegiatan peresmian ini  menjadi momentum baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Bupati Kolaka H Amri dalam sambutannya mengatakan, bahwa hadirnya gedung baru kantor Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka harus diiringi peningkatan kinerja pelayanan yang lebih optimal. Bupati juga menyampaikan komitmen Pemda Kolaka untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur air bersih di daerah.

Ia menambahkan, salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni pembangunan imtek di Kecamatan Baula yang direncanakan mulai tahun 2026. Fasilitas ini juga akan melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Baula dan  Pomalaa.

“Kami mengajukan Proposal awalnya senilai Rp 17 miliar namun setelah dipresentasikan, alhamdulillah terealisasi menjadi Rp22 miliar. Namun anggaran ini juga mencakup pembangunan jaringan pipanisasi yang sebelumnya sudah puluhan tahun tidak diperbarui,” kata Bupati Kolaka H Amri.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Sorume Kolaka, Murni Djaelani, memaparkan bahwa saat ini pihaknya mencatat sekitar 12 ribu pelanggan yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Wolo, Samaturu, Latambaga, Kolaka, Wundulako, Baula, dan Pomalaa. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 7 ribu pelanggan yang masih aktif.

“Ya sekitar 12 ribu pelanggan yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Wolo, Samaturu, Latambaga, Kolaka, Wundulako, Baula, dan Pomalaa. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 7 ribu pelanggan yang masih aktif,” katanya

Menurut Murni, sekitar 5 ribu pelanggan lainnya sudah tidak aktif akibat penunggakan pembayaran serta kendala jaringan distribusi yang belum optimal.

“Sekitar 5.000 pelanggan lainnya sudah tidak aktif akibat tunggakan pembayaran dan kendala jaringan distribusi yang belum optimal,”ucapnya

Ia menjelaskan, dalam pembangunan imtek di Kecamatan Baula dapat menjadi solusi untuk mengaktifkan kembali pelanggan, khususnya di wilayah Pomalaa yang mengalami penurunan signifikan.

“Pelanggan di Kecamatan Pomalaa mencapai sekitar 8 ribu itu dulu, tapi sekarang tinggal sekitar 200 karena sistemnya masih menggunakan mesin manual, sehingga pelayanan belum maksimal,” ungkap Murni.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *