oleh

Dukung Kesiapsiagaan Penanganan Henti Jantung, PT Vale Fasilitasi 30 Dokter dan Tenaga Medis Kolaka Ikut Pelatihan ACLS

-BERITA-0 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, terus menunjukkan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan dalam program sosial lingkungan Kolaka bersih, sehat dan berdaya dengan memfasilitasi 30 dokter dan tenaga medis di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengikuti pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) untuk memperkuat kesiapsiagaan penanganan henti jantung, berlangsung di lantai empat RS Benyamin Gulu Kolaka, Sabtu (25/4/2026).

Senior Coordinator Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa dr. Aditya Hafria Vanani mengatakan bahwa pelatihan Advanced Cardiac Life Support (ACLS) ini diikuti 30 dokter dan tenaga medis yang akan bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) puskesmas dan RSUD Benyamin Guluh Kolaka.

“Pelatihan berlangsung empat hari secara daring dan luring, difasilitasi instruktur bersertifikat dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI),” kata dr Aditya di RSUD Benyamin Guluh,

dr Aditya menjelaskan, bahwa  pelatihan ACLS ini digelar karena kehadiran perusahaan PT Vale Indonesia di Kabupaten Kolaka membuat jumlah penduduk meningkat seiring bertambahnya karyawan.

“Peningkatan populasi itu dibarengi dengan munculnya penyakit akibat gaya hidup, salah satunya penyakit jantung yang berisiko tinggi.
Untuk itu, dibutuhkan kesiapan tenaga kesehatan untuk menangani penyakit ini, apalagi penyakit jantung sangat dominan di Indonesia,” jelas Aditya.

Sementara Kadis Kesehatan, Sri Raoda Buna juga memberikan apresiasi kepada PT Vale atas kegiatan ini. Kolaborasi yang dilakukan selama ini antara Pemda Kolaka dan PT Vale sangatlah baik, khususnya dalam membantu persoalan pendidikan dan kesehatan di wilayah ini.

“Bupati sangat mengapresiasi PT Vale dalam memperhatikan kesehatan, demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Kolaka,” katanya.

Dikatakannya, kesiapan tenaga kesehatan dalam menangani kegawatdaruratan trauma dan kardiak merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Setiap detik sangat berharga dalam “golden period” untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan kondisi kritis seperti henti jantung, henti napas, trauma berat, dan syok.

” Tingginya angka kejadian trauma akibat serangan jantung dan kegawatdaruratan medis lainnya memerlukan kesigapan dan kompetensi dari tenaga kesehatan di garis depan, baik di rumah sakit maupun puskesmas,” kata Sri Raoda Buna.

Ditempat yang sama, Head of HSER IGP Pomalaa, Reza Ganna mengatakan, training ACLS ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap penanganan kasus gawat darurat henti jantung yang angka kejadiannya terus meningkat, dan merupakan pembunuh terbesar di Indonesia.

“Ya pelatihan ACLS ini merupakan kepedulian perusahaan PT Vale dalam program sosial lingkungan Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya”, terhadap penanganan henti jantung yang kasusnya terus meningkat dan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia,” kata Reza Ganna

Lebih lanjut, kata dia, melalui training ACLS ini, dokter dan tenaga medis yang ada digaris depan akan mengetahui apa yang mesti dilakukan dalam menangani Kegawatdaruratan pasien dengan kondisi kritis, sebelum dirujuk di Rumah Sakit.

“Pelatihan ACLS ini, dokter dan tenaga medis di garda terdepan akan memahami langkah penanganan kegawatdaruratan pasien kritis sebelum dirujuk ke rumah sakit,”ujarnya

Reza Ganna menambahkan, PT Vale berkomitmen menggelar pelatihan ACLS ini secara berkesinambungan karena bermanfaat bagi kesiapsiagaan dokter dan tenaga medis di lapangan.

“Ini pelatihan ACLS pertama yang difasilitasi PT Vale di Kolaka. Ke depan, pelatihan serupa akan digelar untuk tenaga keperawatan. Kami berharap semoga kegiatan ini ilmunya dapat diserap dan diimplementasikan di lapangan, demi membantu masyarakat. Selain itu perusahaan PT Vale sangat membutuhkan layanan ini,” kata Reza Ganna.

Plt Dirut RSBG Kolaka, Firdaus memberikan apresiasi kepada PT Vale yang telah menginisiasi kegiatan ini, sebab training ini dinilai sangat penting dalam meningkatkan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan, khususnya dalam penangganan kedaruratan.

“Kondisi kritis sering terjadi, sehingga membutuhkan respon yang cepat dan tepat. Karena itu, ACLS ini merupakan kebutuhan yang wajib dilakukan,” katanya.

Firdaus berharap PT Vale kembali bekerjasama dengan pihak RSBG dalam melakukan training ACLS bagi tenaga keperawatan, sehingga bisa berimbang antara dokter dengan tenaga keperawatan dan pelayanan di RSBG Kolaka lebih baik lagi.

“Dengan begitu, kompetensi dokter dan perawat bisa berimbang sehingga pelayanan IGD di RS Benyamin Gulu Kolaka semakin baik,” kata Fordaus. (DRT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *