FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Setelah melalui berbagai pertimbangan dan proses panjang, putra Raja Mekongga, Almarhum Paduka Yang Mulia (PYM) Guro, yakni YM Firman Guro, akan dinobatkan sebagai Bokeo XX Kerajaan Mekongga. Prosesi penobatan sekaligus tinodeha atau pengambilan sumpah Bokeo XX dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, di kawasan Situs Makam Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Ketua Pelaksana Penobatan Bokeo XX, Sirwan Jaya Razak, mengatakan persiapan pelaksanaan penobatan telah dimantapkan. Ia berharap seluruh masyarakat Tolaki Mekongga dapat memberikan dukungan demi kelancaran prosesi adat tersebut.
“Insya Allah penobatan sekaligus tinodeha atau pengambilan sumpah Bokeo XX YM Firman Guro akan dilaksanakan pada Kamis 27 Agustus 2026 mendatang, di area Situs Makam Sangia Nibandera di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako,” kata Sirwan, Ahad (23/8/2026).
Sirwan yang merupakan turunan dari Mokole Watubangga menjelaskan, YM Firman Guro sebelumnya telah ditunjuk oleh Majelis Kerajaan Mekongga (MKM) sebagai Bokeo pada medio Oktober 2025.
Namun, prosesi penobatan dan pengambilan sumpah belum dapat dilaksanakan saat itu karena berbagai pertimbangan, terutama melihat situasi dan kondisi yang dinilai belum memungkinkan.
Seiring berjalannya waktu, setelah menerima masukan dari berbagai pihak dan dengan pertimbangan yang matang, pihaknya akhirnya memastikan prosesi penobatan tersebut dilaksanakan.
“Alhamdulillah atas izin Allah, serta adanya masukan dari berbagai kalangan, akhirnya kami memantapkan diri menggelar penobatan Bokeo XX YM Firman Guro,” ungkapnya.
Menjaga Warisan Adat Leluhur Sirwan menegaskan, penobatan Bokeo XX bukan sekadar sebuah seremoni. Prosesi tersebut akan dilaksanakan dengan tetap berpegang pada tatanan adat yang telah diwariskan para leluhur.
Menurutnya, pelaksanaan adat harus menjadi contoh bagi generasi penerus agar anak dan cucu masyarakat Tolaki Mekongga memahami serta menghormati aturan adat yang telah diwariskan sejak dahulu.
“Kami melakukan penobatan Bokeo sesuai tatanan adat yang berlaku sejak dulu. Sekaligus memberikan contoh teladan kepada anak dan cucu bahwa seperti itulah tetenggano atau aturannya, bukan melakukan pelanggaran adat atau liasara,” tegas Sirwan.
Mantan anggota DPRD Kolaka itu pun mengajak seluruh masyarakat Tolaki Mekongga untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menyukseskan prosesi penobatan Bokeo XX.
“Saya mengajak masyarakat Tolaki Mekongga untuk bersatu menyukseskan kegiatan ini,” harapnya.

Sementara itu, YM Firman Guro menyatakan kesiapannya menerima amanah sebagai Bokeo Mekongga. Ia mengaku terpanggil untuk menjaga sekaligus mengembalikan marwah adat Mekongga sesuai dengan tatanan yang diwariskan para leluhur.
Baginya, amanah tersebut bukan tentang kepentingan pribadi maupun politik, melainkan bentuk pengabdian untuk menjaga adat dan kebudayaan Mekongga.
“Di sisa hidup saya ini, saya telah mewakafkan diri untuk membawa adat Mekongga sesuai tatanan yang sesungguhnya, tanpa ada tendensi politik apapun,” kata YM Firman Guro.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan prosesi penobatan.
Menurutnya, perjuangan panitia yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta demi terlaksananya kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian yang patut diapresiasi.
“Saya melihat perjuangan panitia, tanpa pamrih mengorbankan harta, tenaga dan pikiran. Inilah kebanggaan saya. Marilah kita bekerja dengan ikhlas semata mencari ridha Allah,” tuturnya.
Penobatan Bokeo XX YM Firman Guro diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai adat, menjaga warisan leluhur, serta mempererat persatuan masyarakat Tolaki Mekongga.
Kamis, 27 Agustus 2026 akan menjadi salah satu momentum penting bagi Kerajaan Mekongga, ketika amanah Bokeo XX secara resmi disematkan kepada YM Firman Guro.(***)










Komentar