oleh

Raja Wawonii: Setelah Bokeo XX Dinobatkan, Jangan Ada Lagi Polemik di Mekongga

-BERITA-9 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Penobatan PYM Firman Guro sebagai Bokeo XX Kerajaan Mekongga diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri berbagai polemik yang selama ini mewarnai perjalanan Kerajaan Mekongga.

Harapan itu disampaikan Raja Wawonii ke-12 bergelar Lakino Wawonii XII, PYM Drs. H. Muhammad Amin Lansiwi, CPOD, saat menghadiri prosesi penobatan Bokeo XX
berlangsung di Pendopo Makam Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (27/8/2026).

Menurut Muhammad Amin Lansiwi, penobatan Bokeo XX berlangsung sukses dan menjadi catatan penting dalam sejarah Kerajaan Mekongga. Prosesi tersebut juga dihadiri para raja, unsur pemerintah, TNI dan Polri, pimpinan perguruan tinggi, perbankan, perusahaan, tokoh adat, hingga masyarakat.

“Kita mengharapkan dengan dilantiknya Bokeo atau Raja Mekongga XX yang sekarang ini, tidak ada lagi polemik-polemik yang muncul. Kita semua mengharapkan dan mendoakan seperti kerajaan-kerajaan di daerah yang lainnya,” kata Muhammad Amin Lansiwi.

Ia menilai, kehadiran berbagai unsur dalam prosesi penobatan tersebut menjadi bagian penting yang menunjukkan besarnya perhatian terhadap keberadaan Kerajaan Mekongga.

Bagi Raja Wawonii XII, penobatan Bokeo XX merupakan momentum untuk bersama-sama menjaga marwah kerajaan sekaligus mempererat hubungan antarkerajaan yang memiliki ikatan sejarah dan leluhur.

“Menurut kami, inilah penobatan Raja yang betul-betul sah. Jadi tidak ada lagi penobatan Raja yang lain. Kalau ada, itu berarti tidak diakui,” tegasnya.

Muhammad Amin Lansiwi juga mengingatkan bahwa Kerajaan Wawonii dan Kerajaan Mekongga merupakan kerajaan serumpun yang memiliki hubungan nenek moyang.

Meski saat ini keberadaan kerajaan-kerajaan terpisah secara wilayah, hubungan sejarah dan kekerabatan tersebut, harus tetap dijaga.

Olehnya itu. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan silaturahmi, saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan di Wonua Mekongga

“Jadi pada dasarnya kami kembali ke kampung halaman, karena kita ini ada hubungan nenek moyang,” ujarnya.

Muhammad Amin Lansiwi,
mengungkapkan, penobatan Bokeo XX tidak hanya menjadi seremoni adat, tetapi juga menjadi titik awal bagi terciptanya suasana yang lebih harmonis di Wonua Mekongga.

Dengan telah dilantiknya Bokeo XX. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan polemik dan bersama-sama menjaga persatuan, adat, serta kehormatan kerajaan.

“Kami berharap, semoga ke depan tidak ada lagi polemik. Mari kita saling menghormati, menghargai dan bersatu,” ungkap Raja Wawonii XII. (**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *