oleh

Dari Bumi Anoa ke Afrika Tengah, Dua Polwan Sultra Bawa Misi Perdamaian PBB

-BERITA-8 views

FOKUSKATANEWS.COM.KENDARI- Nama Sulawesi Tenggara kembali berkibar di panggung internasional. Dua Polisi Wanita (Polwan) asal Bumi Anoa, Brigpol Dwi Nurruhmah Muntalib, S.H., M.H. dan Briptu Azalya, S.H., dipercaya mengemban tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Keduanya menjadi bagian dari personel Polri yang terpilih dalam Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA, sebuah penugasan internasional yang membawa mereka ke Bangui, Afrika Tengah.

Bagi Sulawesi Tenggara, keberangkatan dua Polwan tersebut bukan sekadar penugasan. Ada nama daerah dan institusi yang turut mereka bawa. Dari Bumi Anoa, keduanya akan menjalankan tugas kemanusiaan sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam penugasan tersebut adalah Brigpol Dwi Nurruhmah Muntalib, merupakan lulusan Polwan terbaik yang tembus misi internasional

Dwi tercatat sebagai salah satu lulusan Polwan terbaik. Prestasi itu menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya hingga akhirnya dipercaya mengikuti misi internasional di bawah mandat PBB.

Bersama Briptu Azalya, Dwi harus melewati proses seleksi dan persiapan sebelum akhirnya ditetapkan sebagai bagian dari kontingen yang akan bertugas di Afrika Tengah.

Penugasan tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus amanah besar. Mereka tidak hanya dituntut menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga membawa nilai profesionalisme, disiplin dan semangat kemanusiaan Indonesia di lingkungan misi internasional.

Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. mengungkapkan, para personel yang diberangkatkan ke Afrika Tengah diperkirakan akan menjalankan tugas selama 12 hingga 14 bulan.

“Para personel akan dikirim ke Afrika Tengah, tepatnya di Bangui yang merupakan daerah tugas PBB,” ungkapnya saat prosesi pembaretan yang digelar di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam seleksi tahun ini, sebanyak sembilan personel Polda Sulawesi Tenggara berhasil terpilih menjadi bagian dari kontingen FPU 8 MINUSCA. Mereka terdiri dari tujuh polisi laki-laki dan dua polisi wanita.

Keikutsertaan sembilan personel tersebut menunjukkan bahwa putra-putri Sulawesi Tenggara turut mengambil bagian dalam tugas kepolisian pada level internasional.

Bagi Dwi dan Azalya, perjalanan dari Sulawesi Tenggara menuju Afrika Tengah menjadi lebih dari sekadar perjalanan tugas. Mereka membawa semangat pengabdian dari tanah kelahiran, melewati batas wilayah untuk mengambil bagian dalam misi kemanusiaan dunia.

Dua Polwan dari Bumi Anoa. Satu misi untuk kemanusiaan. Membawa nama Sulawesi Tenggara dan Indonesia ke panggung internasional. Selamat bertugas, Brigpol Dwi Nurruhmah Muntalib, S.H., M.H. dan Briptu Azalya, S.H.(*)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *