oleh

KPPN Kolaka Gelar Konferensi Pers,Terkait Realisasi APBN/APBD di Wilayah Kolaka Raya

-BERITA-913 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA-Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kolaka bekerjasama dengan Pemerintah kabupaten Kolaka,dan Pemerintah kabupaten Kolaka Utara, Pemkab Kolaka Timur serta KPP Pratama Kolaka menggelar Konferensi Pers Bersama Mengenai Realisasi APBN/APBD di Wilayah Kolaka Raya Periode hingga Juli 2021.

Tujuan konferensi pers bersama realisasi APBN/APBD di Wilayah Kolaka raya periode hingga Juli 2021 terkait “Kerja Keras APBN/APBD Menangani Pandemi dan Pemulihan Ekonomi” Kolaka, Sulawesi Tenggara Sultra,Kamis (12/8/2021).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai pembicara Kepala KPPN Kolaka Arief Rokhman di dampingi Kepala KPP Pratama Kolaka Jarod Sri Raharjo dan Kepala BKAD Kabupaten Kolaka Hj. Andi Tenri Gau, Kepala BKAD Kabupaten Kolaka Utara Kamarudin Kepala BKAD Kabupaten Kolaka Timur Aspian Suute.

Maksud dan tujuan sarana keterbukaan informasi publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara/daerah kepada masyarakat untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang kerja keras pemerintah melalui dukungan APBN/APBD dalam penanganan pandemi covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi nasional di daerah Kolaka Raya, dan Sebagai bentuk penguatan sinergi pemerintah pusat dengan daerah melalui pertukaran data dan informasi.

Kepala KPPN Kolaka Arief Rokhman mengharapkan dengan mengetahui bagaimana APBN/APBD bekerja keras bahkan sampai harus defisit yang besar, maka masyarakat dapat membantu negara dalam meringankan beban tersebut.

“Caranya melalui budaya perilaku sesuai protokol kesehatan 3 M, mengikuti vaksinasi untuk menciptakan kekebalan komunitas dan budaya pencegahan penularan covid lainnya,”harapnya

Untuk itu dengan memutus mata rantai penularan, beban negara makin ringan dan ekonomi akan lebih cepat pulih. Semakin lama dan semakin banyak yang sakit makin berat beban negara dan masyarakat karena semua biaya tracing, testing treatment (3T) ditanggung pemerintah dan pemulihan ekonomi semakin sulit.

“Jadi untuk Kondisi Makro ekonomi Sulawesi Tenggara, Ekonomi triwulan II tumbuh positif 4,2% (yoy), nasional 7,07%, sampai Indonesia telah keluar dari jurang krisis, namun perlu diwaspadai triwulan III sebagai dampak kebijakan PPKM mulai awal Juli.Inflasi Gabungan Sultra Juli 0,76%
(sumber data BPS Sultra) Realisasi APBN Pendapatan perpajakan sampai Juli 2021 sebesar Rp161,77 M (40,59%) dari target Rp398,53 M.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Kolaka Jarod Sri Raharjo menjelaskan Sumber data KPP Pratama Kolaka
Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Juli telah mencapai Rp24,74 M (120,73%) dari target yang ditetapkan.

“PNBP didominasi dari pendapatan biaya Pendidikan Rp11 M dan jasa kepelabuhan sebesar Rp3,8 M.(Sumber data OMSPAN dan ditpaa.kemenkeu.go.id) Realisasi Belanja Negara wilayah KPPN Kolaka sd Juli 2021 sebesar Rp531,86 M (48,27%) dari alokasi sebesar Rp1,1 T.

Lebih lanjut kata dia belanja melalui instansi vertikal K/L sebesar Rp244,3 M (54,53%) dari pagu Rp448 M. Terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp129,5 M (60,63%), belanja barang 80,96 M (50,71%), belanja modal 33,7 M (45,2%) dan bansos Rp42juta (100%). Serapan belanja K/L sangat baik telah melebihi target dan membantu peningkatan daya beli masyarakat untuk pemulihan ekonomi. Belanja TKDD sebesar Rp287,54 M (43,99%) dari alokasi 653,7 M. Terdiri atas DAK Fisik sebesar Rp66,2 M (19,35%) dan dana Desa Rp221,2 M (71,11%0)
Realisasi Dana Desa di wilayah KPPN Kolaka merupakan yang tertinggi di Sultra.

“Jadi penyaluran BLT DD sudah mencapai bulan 9 kecuali 1 desa di Kolaka Utara, sehingga pada awal Agustus ini seharusnya masyarakat (KPM) sudah menerima penyaluran BLT bulan Agustus dari desa, sementara BLT bulan 9 akan diterima di awal bulan September,”ujarnya

Jarod Sri Raharjo menambahkan BLT DD merupakan program perlindungan sosial dalam rangka penanganan dampak pandemi bagi masyarakat miskin, karena itu perlu dipercepat dan diawasi penyalurannya agar tepat waktu dan tepat sasaran.
(Sumber data OSMPAN)
Program PEN terdiri atas 5 cluster yaitu Cluster Kesehatan, Cluster Perlinsos, Cluster Dukungan UMKM dan Korporasi, Cluster Program Prioritas dan Cluster Dukungan Insentif Usaha. Sehubungan dengan peningkatan kasus covid-19 mulai awal Juni, pemerintah telah melakukan refocusing anggaran dimana terdapat pergeseran dan peningkatan alokasi belanja untuk penanganan covid ini. Alokasi kesehatan Sebesar Rp214,9 T
perlinsos Rp186,63 T prioritas Rp117,93 T, dan dukungan UMKM Rp18,66 T.

“Berikut kami sampaikan data realisasi Program PEN cluster UKM dan Perlinsos di wilayah Kolaka Raya: BPUM akumulasi tahap 1-13 sebanyak 10.146 penerima sebesar Rp12,17 M lebih dengan rincian Kab. Kolaka sebanyak 4.782 penerima  senilai  Rp5,73 M lebih. Sedangkan Kolaka utara sebanyak 2.185 penerima senilai Rp2,62 M lebih dan Kolaka timur sebanyak 3.179 senilai Rp3,81 M lebih.

Lanjutnya Kartu Prakerja akumulasi tahap 12 sampai 16 sebanyak 7.239 orang dengan rincian Kolaka sebanyak 3.655 orang, untuk Kolaka utara sebanyak 1.505 orang  dan Kolaka timur sebanyak 2.079 orang.PKH akumulasi sampai tahap 3 sebesar Rp 45,4 M untuk 55.381 KPM dengan rincian Kolaka Rp 17,6 M sebanyak 20.934 KPM, Kolaka utara Rp14,37 M sebanyak 17.605 dan Kolaka timur Rp13,44 M sebanyak 16.842 KPM.

“BST (Rp300rb/KPM) akumulasi hingga tahap 4 sebesar Rp22.56 M untuk 75.228 KPM dengan rincian Kolaka Rp14,16 M sebanyak 47.223 KPM, Kolut Rp3,08 M sebanyak 10.282 KPM dan Koltim sebesar Rp5,31 M sebanyak 17.723 KPM.

Kata dia program sembako (Rp200rb/KPM) dengan akumulasi total sd tahap 6 sebesar Rp30,56 M sebanyak 152.803 KPM dengan rincian Kolaka Rp8,69 M sebanyak 43.459 KPM, Kolut Rp11,87 M sebanyak 59.374 KPM dan Koltim sebesar Rp9,9 M sebanyak 49.970 KPM.

“Untuk BLT DD (Rp300rb/KPM) sebesar Rp47,03 M untuk 344 desa dengan jumlah KPM sebanyak 17.431 KPM. dengan Rincian Kolaka sebesar Rp25,73 M untuk 9.530 KPM, Kolut sebesar Rp12,32 M untuk 4.573 KPM dan Koltim Rp8,98 M untuk 3.328 KPM.

Sementara (sumber data OSMPAN dan Direktorat Pelaksanaan Anggaran) KUR dan Umi Realisasi pembiayaan Kredit Usaha rakyat (KUR) sebesar Rp384,38 M dengan junlah debitur sebanyak 9.893  orang, Kab. Kolaka sebesar Rp236,24 M  dengan debitur 6.296, Kolut Rp121,9 M dengan debitur sebanyak 3.360 dan Koltim sebesar Rp26,2 M dengan debitur sebanyak 216 orang.

“Realisasi sampai Juli tumbuh menjadi 42% dibanding periode Juli tahun 2020 lalu. Pembiayaan Ultra Mikro sebesar Rp1,57 M dengan jumlah debitur 394 dengan rincian nasabah PNM sebanyak 331 orang Rp1,21 M dan pegadaian sebanyak 63 orang Rp353.34juta. Wilayah Kolaka sebanyak 195 orang dengan nilai Rp 828.37 juta dan Kolut sebanyak 199 orang dengan nilai Rp 744,47 juta,”ungkap Jarod Sri Raharjo (fkn).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *