oleh

Presiden Joko Widodo Resmikan Taman Kehati Sawerigading Wallacea di Sorowako

-BERITA-14 views

FOKUSKATANEWS.COM.SOROWAKO-Presiden Joko Widodo meresmikan Taman Kehati Sawerigading Wallacea yang merupakan salah satu bentuk komitmen PT Vale Indonesia dalam pengembangan tambang yang terintegrasi dengan keanekaragaman hayati.

Presiden Jokowi menyempatkan diri berkeliling taman serta melakukan penanaman pohon dengan sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Yayasan Pendidikan Sorowako (YPS).

“PT Vale Indonesia memperbaiki lahan-lahan yang telah ditambang dengan sangat baik. Hal ini bisa memitigasi kerusakan lingkungan di Kabupaten Luwu Timur, juga Provinsi Sulsel,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi saat melakukan penanaman pohon bersama sejumlah siswa SD dan SMP Yayasan Pendidikan Sorowako :: foto istimewa :

Melihat upaya serius PT Vale Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengedepankan prinsip berkelanjutan pada proses bisnisnya, Jokowi pun meminta seluruh industri tambang dapat mencontoh hal serupa.

“Saya perintahkan seluruh perusahaan tambang di Indonesia meniru upaya keberlanjutan yang dilakukan PT Vale Indonesia,” ungkap Presiden Jokowi.

Perlu diketahui, kehadiran Taman Kehati Sawerigading Wallacea merupakan salah satu bentuk komitmen PT Vale Indonesia dalam pengembangan tambang yang terintegrasi dengan keanekaragaman hayati.

Febriany mengatakan, penamaan Sawerigading diambil dari nama cucu Dewa Batara Guru dalam mitologi lokal. Sementara Wallacea, merupakan garis yang mengindikasikan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Dia melanjutkan, taman yang berdiri di area seluas 60 hektar (ha) itu terintegrasi dengan pusat persemaian (nursery) berkapasitas 750.000 bibit per tahun. Hasil dari bibit ini nantinya ditanam di area revegetasi guna memulihkan lahan bekas penambangan PT Vale Indonesia.

“Kami mengintegrasikan aktivitas pembukaan lahan tambang dengan pemulihan lahan (reklamasi) dan penanaman kembali (rehabilitasi),” kata Febriyani.

Hingga 2023, PT Vale Indonesia telah menanam 4,47 juta pohon di area seluas 3.527 ha.

Untuk diketahui, Taman Kehati juga memiliki arboretum dengan koleksi 74 jenis pepohonan lokal dan endemik. Bibit dari arboretum ini juga telah didonasikan ke berbagai daerah melalui sejumlah kegiatan penghijauan yang digelar perusahaan.

Kemudian, Taman Kehati juga menyediakan fasilitas Wooden House dan pusat pelatihan untuk kegiatan-kegiatan terkait lingkungan hidup.

Keseriusan PT Vale Indonesia dalam mengedepankan prinsip berkelanjutan juga tecermin dari terjaganya keanekaragaman hayati di Danau Matano yang berlokasi tak jauh dari Blok Sorowako.

Danau terdalam di Asia Tenggara itu merupakan salah satu danau purba di dunia dan termasuk ke dalam 15 danau prioritas nasional.

Febriyani juga menjelaskan, selama 54 tahun, pabrik pengolahan bijih nikel PT Vale Indonesia berada di dekat Danau Matano.

“Kami bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian dan keindahan area di sekitar tambang, termasuk di Danau Matano,” jelas Febriyani.

Adapun air yang berada di area danau merupakan bekas air pertambangan yang dikelola secara ketat oleh PT Vale Indonesia.

Dengan pengelolaan yang baik, Danau Matano menjadi rumah yang nyaman bagi 17 jenis ikan—dengan empat di antaranya merupakan spesies ikan endemik—259 jenis plankton, 10 spesies Mollusca, 3 spesies kepiting, dan 7 spesies tumbuhan air.

Tekan emisi karbon
sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 29 persen pada 2030, PT Vale Indonesia pun berupaya menekan emisi karbon dengan berbagai cara.

Salah satunya adalah dengan membatalkan proyek konversi batu bara atau coal conversion project (CCP).

Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon bersama dengan sejumlah siswa SD dan SMP Yayasan Pendidikan Sorowako.

Febriyani mengatakan, pembatalan tersebut membuat perusahaan terhindar dari emisi GRK hingga 200.000 ton karbondioksida (CO2) per tahun.

“Sejak 2015, perusahaan juga menerapkan program penggunaan bahan bakar nabati fatty acid methyl ester (FAME) sebagai biodiesel untuk kendaraan operasional,” kata Febriany.

Kemudian, pada 2019, PT Vale Indonesia mulai memanfaatkan boiler listrik untuk operasional pabrik pengolahan nikel. Adapun energi boiler ini bersumber dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memanfaatkan tenaga air dari Danau Matano.

Dengan inovasi tersebut, PT Vale Indonesia berhasil menurunkan penggunaan bahan bakar high sulfur fuel oil (HSFO) hingga 67.047 barrel per tahun.

Febriyani menjelaskan, sepanjang 2022, pihaknya telah menurunkan emisi GRK sebesar 330.680 ton CO2 ekuivalen menjadi 1.640.387 ton CO2 ekuivalen. Angka ini menurun 17 persen jika dibandingkan 2021 yang mencapai 1.971.075 ton CO2 ekuivalen.**(DRT).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *