oleh

PT Vale Didik Warga, Sulap Tanaman Terlupakan Jadi Berkah Ekonomi

-BERITA-38 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Di tengah halaman rumah yang masih luas, dengan tanah yang subur dan udara pedesaan yang teduh, kehidupan sehari-hari di Kecamatan Baula dan Pomalaa dulu berjalan biasa saja. Banyak tanaman tumbuh liar tanpa pernah dilirik. Namun, sentuhan ide dari PT Vale Indonesia IGP Pomalaa mengubah cerita itu: yang dulu tak dianggap kini bisa menghasilkan uang.

Program ini sederhana, tapi dampaknya luar biasa. PT Vale mengajak masyarakat sekitar memanfaatkan tanaman yang sebelumnya dibiarkan menjadi sumber penghasilan.

Perubahan itu sangat dirasakan Indah Susanti, warga Desa Puuroda. Berkat pelatihan dari PT Vale, ia dan ibu-ibu di desanya, juga di Desa Puubunga, kini merawat dan mengembangkan tanaman liar menjadi tanaman herbal bernilai ekonomi.

Siang itu, Indah berdiri bersama ibu-ibu lain. Senyum mereka lebar. Di tangan mereka, kemasan rapi berisi herbal yang tak hanya wangi, tapi juga punya khasiat. Tanaman yang dulunya tak berarti kini mengalirkan rupiah, dipasarkan lewat tatap muka maupun daring.

“PT Vale sangat membantu. Tanaman yang dulunya dianggap tidak berguna, sekarang bisa mendatangkan cuang (uang),” kata Indah, Kamis (7/8/2025).

Minat Indah pada herbal organik berawal tahun 2021. Kala itu, PT Vale mendatangkan pendamping dari Jawa untuk melatih ibu-ibu membuat herbal dari tanaman yang tumbuh alami di sekitar. Mereka juga diajari membuat pupuk organik—ilmu yang sangat berarti di tengah kelangkaan pupuk kimia.

Lucunya, Indah awalnya datang ke pelatihan bukan karena tertarik herbal, melainkan ingin tahu cara membasmi rumput yang dianggap hama. Tapi pelatihan lima hari itu justru mengubah pandangannya.

“Selama ini kami pikir cacing dan semut harus dibunuh pakai racun. Ternyata mereka sangat bermanfaat,” ujarnya.

Sejak itu, ibu-ibu binaan PT Vale enggan lagi menjual sayuran beracun. Mereka sadar, memberi makan orang dengan sayuran penuh pestisida adalah perbuatan salah. Sekarang, mereka memilih tanaman herbal dan sayur organik: telang, jahe, serai, kumis kucing, sambiloto, dan banyak lagi.

“Kami bersyukur mendapat ilmu dari PT Vale. Alhamdulillah, dari situ kami bisa dapat uang yang banyak,” kata Indah.

Pesannya sederhana: jangan merusak alam dengan pestisida. Semua makhluk ciptaan Tuhan hidup saling membantu—simbiosis mutualisme—dan petani sebaiknya beralih ke cara organik.

Hasmir, Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, mengatakan perusahaan akan terus berkomitmen memberdayakan masyarakat. Salah satunya lewat pelatihan herbal yang dulu tak banyak dikenal, tapi kini jadi sumber penghasilan.

“Obat herbal yang selama ini belum terlalu dikenal, ternyata ibu-ibu yang dibina sangat mendukung dengan menyiapkan halaman mereka untuk menanam,” ujarnya.

Kini, dari pekarangan yang dulu kosong, tumbuhlah kebun herbal yang memberi penghidupan. Di Baula dan Pomalaa, tanaman liar telah berubah menjadi harapan baru.(***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *