FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- PT Vale Indonesia membangun Nursery untuk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sebagai bagian dari komitmennya terhadap pertambangan berkelanjutan, dengan tujuan mereklamasi lahan bekas tambang, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, dan memberdayakan ekonomi lokal melalui penanaman ratusan bibit tanaman pionir dan endemik di Sulawesi Tenggara.
Fasilitas ini terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka dan berkapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, sejalan dengan prinsip pertumbuhan yang bertanggung jawab dan visi menciptakan warisan positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Manager Environment & Permit Management Pomalaa, Firman Gunawan mengatakan, bahwa tanaman endemik yang keberadaanya unik dan tidak ditemukan di wilayah lain secara alami.
“Sekarang yang kami kembangkan yakni seperti pohon Kolaka (parinaria corymbosa), kalapi (kallapia celebica kosterm), kuku (pericopsis mooniana), kayu besi, kayu balik angin, meranti dan belimbing, dan setiap tahun akan dikembangkan sebanyak 210 ribu bibit pohon endemik,”kata Firman Gunawan, pada rabu (11/8/2025)
Lebih lanjut, kata dia, selain tanaman endemik, ada juga terdapat tanaman fast growing sebanyak 8 jenis tanaman seperti sengon laut, ketapang dan Johar.
“Selain tanaman fast growing ada juga tanaman buah terdapat 5 jenis tanaman seperti mangga dan rambutan, serta tanaman hias terdiri 4 jenis seperti anggrek sorume dan pu-cuk merah. Total kapasitas nursery bisa mencapai 700 ribu bibit pohon per-tahun,” ucapnya

Firman Gunawan juga mengungkapkan, terkait progres pembangunan saat ini secara keseluruhan sudah mencapai 50 persen. Adapun fasilitas utama terdiri rumah stek, rumah kecamba, rumah bahan stek, areal naungan, areal terbuka, rumah pompa dan panel kontrol, rumah pro-duksi, serta bak air.
“Ya saat ini terkait progres pembangunan sudah mencapai 50 persen seperti fasilitas utama terdiri rumah stek, rumah kecamba, rumah bahan stek, areal naungan, areal terbuka, rumah pompa dan panel kontrol, rumah pro-duksi, serta bak air,” ungkapnya.
Selain itu terdapat fasilitas penunjang terdiri, gudang, jalan utama, jalan in-speksi, drainase, rumah media, sumur bor, jaringan listrik, jaringan irigasi dan intalasi air, kantor/mess pengelola, pos jaga dan pagar.
“Nursery Pomalaa Project merupakan kerjasama dengan Pemda Kolaka, di-mana Pemda menyiapkan lahan yang terintegrasi dengan kebun raya,” kata Firman Gunawan.
JR reclamation & revegetation engineer PT Vale IGP Pomalaa, Delwin I K menambahkan, Nursery Pomalaa Project berdiri diatas lahan 4,62 ha yang ditargetkan bangunan selesai dan berop-erasi pada November 2025. Fasilitas Nursery IGP Pomalaa ini diperuntukkan untuk menanam, merawat, dan mengem-bangkan tanaman yang akan diman-faatkan untuk mereklamasi lahan bekas tambang, mendukung program penghi-jauan pemerintah.
“Nursery bertujuan untuk menunjang rekla-masi lahan bekas tambang, baik untuk area PT Vale maupun masyarakat dan in-stansi pemerintah untuk mendorong penghijauan. Tempat ini juga bisa digu-nakan bagi pelajar dan Mahasiswa yang ingin praktek dan belajar,” kata Delwin.(***)










Komentar