FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID menggelar penanaman perdana demplot padi berkelanjutan, berlangsung di Desa Puubunga, Kecamatan Baula Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada minggu (23/11/2025).
Kegiatan tanam bersama ini merupakan berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Kementerian Pertanian (Kementan), Pemerintah Kabupaten Kolaka (Pemkab Kolaka), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dalam pengembangan teknologi budidaya padi produksi tinggi dan berkelanjutan spesifik lokasi Kolaka.
Dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi lokal dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai dengan Asta Cita Presiden dan membantu mengendalikan inflasi daerah.
Bupati Kolaka Amri Jamaluddin dalam sambutannya mengatakan, bahwa di Kolaka terdapat hamparan sawah seluas sekitar 14 ribu hektar dengan potensi panen 2-3 kali setahun. Dengan potensi lahan yang ada, Kolaka berpotensi besar untuk meningkatkan produksi pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ya untuk di Kabupaten Kolaka hamparan sawahnya seluas sekitar 14 ribu hektar dengan potensi panen 2 sampai 3 kali setahun, dan untuk ketersediaan beras kita hari ini di Bulog Kolaka kurang lebih 15 ribu ton,” kata Amri.
Kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan ke Kolaka bertujuan untuk mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah demi memajukan sektor pertanian di wilayah tersebut. Hal ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program pengembangan sektor pertanian.
Lebih lanjut, kata dia dengan hadirnya Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan di Kolaka, diharapkan dapat memperoleh perhatian dan dukungan untuk mengembangkan sektor pertanian di wilayahnya.
“Kami harap kehadiran Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian agar dapat perhatian di sektor pertanian yang ada di Kabupaten Kolaka.Hal ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,”harapnya
Selain itu, Kolaka juga diharapkan sebagai kabupaten percontohan bahwa adanya tambang tidak harus mengancam pertanian, tetapi keduanya dapat berjalan beriringan dan saling mendukung.
“Kami mau jadi rol model bahwa ada tambang di Kolaka tetapi bisa bersandingan, bersahabat dengan pertanian, itu yang kita mau,” ungkap Amri Bupati Kolaka.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Kordinator Bidang Pangan Widiastuti mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi sinergi antara PT Vale dan pemerintah pusat, yang bertujuan mendukung peningkatan produktivitas komoditi khususnya beras.
“Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah pusat, seperti Asta Cita Presiden, dan melibatkan sektor swasta seperti PT Vale Indonesia dalam program pertanian berbasis inovasi, contohnya budidaya padi berkelanjutan, untuk mencapai transformasi pertanian,”katanya
Dengan kerja sama ini, PT Vale dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tetap mengimbau dari adanya perusahaan tambang untuk selalu support bagaimana bisa berperan dalam mendukung ketahanan pangan ini,” katanya.
Widiastuti juga menyampaikan, bahwa Presiden menegaskan kesejahteraan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi masyarakat. Benih unggul sudah tersedia, tetapi distribusinya belum merata. Karena itu, desa harus dikembangkan sesuai keunggulan lokal. Inisiatif seperti demplot ini bukan hanya relevan, tetapi strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Inisiatif ini melanjutkan fondasi yang dibangun sejak 2021 melalui pertanian organik SRI yang dikembangkan PT Vale di Blok Pomalaa. Hingga kini, 55 petani, termasuk 9 perempuan telah ikut serta. Salah satu varietas organik, Menthik Susu, sudah mulai dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat Kolaka.
Demplot baru ini akan dikembangkan bertahap. Pada musim panen mendatang, varietas dengan hasil terbaik akan direplikasi, dipasarkan secara lokal, dan digunakan sebagai pangan berkualitas untuk masyarakat Kolaka.

Ditempat yang sama, Direktur dan Chief Sustainbility And Corporate Affairs Officers PT Vale Indonesia Tbk Budiawansyah mengatakan bahwa inisiatif ini mencerminkan filosofi perusahaan sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini adalah penanaman yang pertama. Bagi kami, keberlanjutan adalah cara kami bekerja dan ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi hadir bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui demplot ini, kami tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi menciptakan ekosistem pertanian yang resilient, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi petani Kolaka,”katanya
Dengan dukungan langkah strategis pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan, kata dia, diharapkan peran industri pertambangan dapat secara efektif menopang tujuan Presiden dalam mencapai ketahanan energi dan ketahanan pangan.
Menurut dia, kolaborasi antara sektor pertambangan dan pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung program-program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan energi.
“Dengan dukungan langkah strategis pemerintah yang dipimpin Kementerian Kordinator Bidang Pangan, peran dari dunia pertambangan itu benar-benar bisa menopang secara langsung tujuan dari bapak presiden dalam hal ketahanan energi dan ketahanan pangan,” ujar Budiawansyah.
Budiawansyah menambahkan bahwa demplot padi ini juga dapat menjadi contoh bagi petani lokal dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Dengan adanya dukungan teknologi dan pendampingan dari PT Vale, diharapkan petani dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup mereka.
Program ini juga merupakan bagian dari kerja sama antara PT Vale dan pemerintah setempat dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung program swasembada pangan. Dengan kolaborasi dan sinergi, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.(***)










Komentar