FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA-Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertambangan terus dilakukan Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. Salah satunya melalui Pelatihan Teknologi Keselamatan Tambang Batubara Bawah Tanah yang digelar Program Studi Teknik Pertambangan USN Kolaka.
Kegiatan yang berlangsung pada 24, 26, dan 27 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman terkait teknologi, keselamatan, serta pengelolaan risiko dalam aktivitas pertambangan bawah tanah.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara, serta Program Studi Teknik Pertambangan USN Kolaka.
Sekitar 60 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Auditorium USN Kolaka.
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor USN Kolaka, Wakil Rektor, jajaran Dekan Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Teknologi Informasi, Koordinator Program Studi Teknik Pertambangan, dan para dosen.
Rektor USN Kolaka, Dr. Syarifuddin Tundeng, S.S., M.Pd., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa harus berjalan seiring dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mempunyai keterampilan praktis dan pemahaman terhadap standar keselamatan yang berlaku di dunia industri.
“Kompetensi dan sertifikasi sangat penting sebagai modal untuk memasuki dunia kerja,” tegas Syarifuddin.
Ia berharap mahasiswa dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengetahuan serta pengalaman sebelum nantinya terjun ke dunia industri pertambangan.
Pertambangan bawah tanah memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda dengan metode tambang terbuka. Karena itu, pemahaman terhadap aspek keselamatan menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki calon tenaga profesional pertambangan.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai berbagai aspek pertambangan bawah tanah, mulai dari teknik penambangan, sistem ventilasi, pengendalian geoteknik, manajemen risiko, hingga prosedur tanggap darurat.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan penerapan kaidah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan pertambangan bawah tanah.
Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan bertukar wawasan dengan para pemateri. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai tantangan dan tuntutan keselamatan di lingkungan kerja pertambangan.
Program Studi Teknik Pertambangan USN Kolaka terus mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen USN Kolaka dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pertambangan, tetapi juga memiliki sikap profesional, kemampuan adaptasi, serta kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi dengan JOGMEC dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara juga diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, lembaga pengembangan sumber daya manusia, dan dunia industri.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Teknik Pertambangan USN Kolaka diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja dan mampu menjadi tenaga profesional yang mengedepankan kompetensi, keselamatan, serta penerapan teknologi dalam kegiatan pertambangan.(*)














Komentar