oleh

Turunan Wasasi Wasabenggali Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Puusara Melantik Bokeo

-BERITA-37 views

Puusara Kerajaan Mekongga YM Gupira Musa didampingi turunan Wasasi Wasabenggali menyakan sikap menyayangkan adanya oknum yang mengaku Puusara.

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA-Keluarga besar turunan Wasasi Wasabenggali yang merupakan Puusara Kerajaan Mekongga, mengecam adanya oknum yang mengatasnamakan Puusara dan Melantik Bokeo/Raja sebagaimana vidio yang beredar di sosial media.

“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah. Lahaula walakuata illabillah. Sangga sanggai olutumu pekiki ine samba. Inae konosara iye pinesara, Inae lia sara iye pinekasara,” kata Puusara Kerajaan Mekongga, YM Gupira Musa didampingi turunan Wesasi Wasabenggali di situs Makam Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Senin (21/09/2026).

Gupira mengatakan, menyikapi beredarnya vidio yang mengatasnamakan Puusara i wonua Mekongga pada saat pelantikan Bokeo di Kolaka Timur (Koltim), Gupira Musa yang merupakan turunan Wasasi Wasabenggali yang telah dipercaya rumpun Puusara menjalankan prosesi adat Mekongga sejak tahun 1994 sampai saat ini, menyayangkan adanya oknum yang mengaku Puusara tanpa sepengetahuan keluarga besarnya.

“Kami dari keluarga besar Puusara turunan Wasasi Wasabenggali menyatakan sikap, menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan Puusara dan turunan Wasasi Wasabenggali,” tegas YM Gupira Musa.

Mereka juga mengajak dan mengundang secara terbuka kepada oknum yang mengatasnamakan Puusara untuk duduk bersama, guna mengetahui asal muasalnya atau silsilahnya.

Gupira juga menjawab adanya pertanyaan sebagian orang tentang dirinya yang sebelumnya pernah mengundurkan diri sebagai Puusara, sekaligus Pelaksana Bokeo pasca mangkatnya Bokeo XIX PYM Khaerun Dahlan. Dia menjawab bahwa jabatan Puusara telah dikembalikan kepada dirinya dari YM Amran Mosunde secara internal tanpa intervensi dari pihak manapun, kecuali rumpun Puusara.

“Saya berpesan jangan persoalan salah dibenarkan dan persoalan benar di salahkan. Ini adatnya negeri yang dijalankan secara benar,” tegas YM Gupira Musa yang disambut ucapan Salam Mepokoaso (Bersatu) dari turunan Wasasi Wasabenggali yang mendampinginya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *