oleh

Rumpun Puusara Hanya Mengakui PYM Firman Guro Sebagai Bokeo Mekongga

-BERITA-78 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Adanya 5 kubu yang mengklaim sebagai Bokeo Mekongga, rumpun Puusara yang merupakan pemegang mandat untuk menobatkan dan memasangkan mahkota Bokeo sejak zaman dulu, menegaskan bahwa mereka hanya mengakui PYM Firman Guro sebagai Bokeo Mekongga yang sah.

“Om Gupira Musa yang telah diberi mandat oleh keluarga besar Wasasi Wasabenggali sebagai Puusara wonua Mekongga, telah menobatkan om Firman Guro sebagai Bokeo Mekongga XX. Artinya secara terbuka rumpun Puusara hanya mengakui PYM Firman Guro sebagai Bokeo Kerajaan Mekongga pengganti Almarhum PYM Khaerun Dahlan,” kata salah seorang cicit Wasasi Wasabenggali, Junaedin Ulaani, Selasa (22/09/2026).

Jamal panggilan akrab Junaedin Ulaani mengungkapkan, YM Gupira Musa pada saat penobatan PYM Firman Guro sebagai Bokeo XX Kerajaan Mekongga di pendopo Makam Sangia Nibandera pada Kamis, 27 Agustus 2026 lalu dihadapan para Raja-raja dan masyarakat Wonua Mekongga menegaskan, mengapa dia harus menobatkan PYM Firman Guro, selain sesuai tatanan adat yang dilakukan melalui musyawarah perangkat Kerajaan Mekongga, dia juga satu-satunya calon yang meminta supaya di nobatkan dan disumpah sesuai penobatan Bokeo terdahulu, dimana didalamnya ada ani-ani, arang, jahe, kain kapan dan tanah.

Saat itu, YM Gupira berharap dengan Penobatan PYM Firman Guro sebagai Bokeo XX Kerajaan Mekongga, maka polemik Bokeo kedepan tidak terjadi lagi, tapi bagaimana semua masyarakat Mekongga bersatu.

“Karena itulah, pada Penobatan Bokeo Mekongga XX, kita semua rumpun Puusara diajak sebagai bentuk dukungan pada Bokeo XX om Firman Guro,” tegasnya.

Jamal menegaskan, salah satu alasan kuat rumpun Puusara mendukung PYM Firman Guro, sebab dari 5 Bokeo yang muncul, PYM Firman Guro memiliki trah garis keturunan yang kuat, sebab Bapaknya yakni PYM Guro pernah menjadi Bokeo Mekongga ke XVI yang bertahta dari tahun 1945-1949.

“Di wonua Mekongga, orang-orang tua kita tidak ada yang tidak mengenal Bokeo Guro, dan itu jelas telah tercatat dalam sejarah kerajaan Mekongga,” ungkapnya.

Begitupun saat ada oknum yang mengatasnamakan Puusara dan melantik Bokeo selain PYM Firman Guro, Jamal menegaskan bahwa rumpun Puusara dibawah pimpinan YM Gupira Musa menyatakan pernyataan sikap mengecam dan menyayangkan hal itu.

“Puusara dalam hal ini om Gupira menyatakan sikap dari keluarga besar Puusara turunan Wasasi Wasabenggali, menyayangkan adanya oknum yang mengatasnamakan Puusara dan turunan Wasasi Wasabenggali, melantik Bokeo di Kolaka Timur yang jelas-jelas tidak direstui pihak kami,” tegasnya.

Bahkan keluarga besar Puusara mengundang secara terbuka kepada oknum yang mengatasnamakan Puusara untuk duduk bersama, guna mengetahui asal muasalnya atau silsilahnya, sekaligus mengetahui apa motif dari pencantuman nama Puusara pada kegiatan di Koltim.

Jamal menambahkan, pernyataan sikap yang dilakukan Puusara YM Gupira Musa bersama rumpun keluarga Wasasi Wasabenggali di Makam Sangia Nibandera pada Senin, 21 September 2026, bukan hanya mengecam pengukuhan Bokeo yang dilakukan di Koltim, tapi semua penobatan Bokeo Mekongga yang mengatasnamakan Puusara, selain penobatan PYM Firman Guro.

“Om Gupira selalu berpesan jangan persoalan salah dibenarkan dan persoalan benar di salahkan,” kata Junaedin Ulaani. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *