oleh

PT Vale Indonesia Dorong Keterlibatan Pelaku Usaha Lokal dalam Rantai Pasok IGP Pomalaa

-BERITA-17 views

FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- PT Vale Indonesia Tbk (“Vale Indonesia”), bagian dari Grup MIND ID, memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melalui sosialisasi prakualifikasi vendor lokal di Gedung Serbaguna Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dari lima wilayah pemberdayaan IGP Pomalaa, yaitu Kecamatan Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Kolaka. Sosialisasi tersebut memberikan pemahaman mengenai proses pendaftaran, verifikasi, persyaratan, serta tahapan yang perlu dipenuhi calon vendor sebelum dapat mengikuti tender Vale Indonesia.

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan penguatan kapasitas dan kesiapan pelaku usaha lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses terhadap informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa. Melalui proses yang transparan dan terukur, kami berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tumbuh bersama perkembangan proyek ini,” katanya.

Menurut Rifai, keterlibatan vendor lokal tidak hanya mendukung pelaksanaan proyek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Kolaka.

“Pengembangan kapasitas vendor lokal merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin mendorong terciptanya pelaku usaha yang semakin profesional, kompetitif, serta mampu memenuhi aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola yang menjadi standar dalam operasional Vale Indonesia,” ujarnya.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan pengurus asosiasi pengusaha. Kali ini, Vale Indonesia memperluas penyampaian informasi dengan melibatkan langsung anggota dari sembilan asosiasi agar ketentuan prakualifikasi dipahami secara merata oleh para pelaku usaha.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menjelaskan mekanisme prakualifikasi secara menyeluruh, mulai dari persyaratan administrasi, legalitas, kapabilitas teknis, hingga aspek keselamatan kerja. Penyampaian informasi yang seragam diharapkan membantu pelaku usaha mempersiapkan dokumen dan persyaratan yang diperlukan sejak tahap awal.

Vale Indonesia menegaskan bahwa prakualifikasi merupakan tahapan awal dalam proses pengadaan. Vendor yang memenuhi persyaratan akan memiliki kesempatan untuk mengikuti tender sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku.

Kelulusan prakualifikasi tidak serta-merta menjamin perolehan kontrak pekerjaan. Setiap proses pengadaan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis, ruang lingkup pekerjaan, kemampuan teknis, aspek keselamatan, penawaran komersial, serta prinsip tata kelola yang berlaku.

*Pengusaha Lokal Apresiasi Akses dan Kejelasan Proses*

Ketua Asosiasi Pengusaha Bumi Mekongga (APBM) sekaligus Direktur PT Putra Mekongga Utama, Madi, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi karena memberikan kejelasan kepada pengusaha lokal mengenai mekanisme untuk masuk dalam rantai pengadaan IGP Pomalaa.

Menurutnya, prakualifikasi menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kesiapan, legalitas, dan profesionalisme perusahaan sebelum mengikuti tender.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan prakualifikasi ini. Momentum tersebut memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi secara sehat melalui proses yang adil dan terbuka,” ujar Madi.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara Vale Indonesia, asosiasi, dan pelaku usaha lokal terus diperkuat untuk mendukung iklim usaha yang kondusif sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka.

Apresiasi serupa disampaikan anggota Asosiasi Kontraktor Jasa Pertambangan Pomalaa (ASKOJAPP) sekaligus Direktur PT Bija, Alfian. Ia menilai sosialisasi prakualifikasi memberikan arahan yang lebih jelas dan terukur bagi pengusaha daerah yang ingin menjadi vendor Vale Indonesia.

“Inisiatif Vale Indonesia menggelar sosialisasi dan prakualifikasi vendor lokal patut diapresiasi. Selain membuka akses terhadap peluang usaha, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai persyaratan dan tahapan untuk menjadi vendor,” kata Alfian.

Alfian berharap sosialisasi tersebut dilanjutkan dengan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar semakin banyak perusahaan lokal mampu memenuhi persyaratan pengadaan.

“Kami berharap Vale Indonesia dapat terus memberikan pendampingan kepada pengusaha dan asosiasi lokal sehingga semakin banyak perusahaan daerah yang siap mengikuti proses pengadaan secara profesional dan kompetitif,” ujarnya.

*Tentang Vale Indonesia*

PT Vale Indonesia Tbk (“Vale Indonesia”) adalah perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang telah beroperasi di Indonesia selama 58 tahun atau sejak 1968. Vale Indonesia adalah anak usaha dari MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menjalankan operasi pertambangan serta pengolahan nikel di Sorowako Sulawesi Selatan, mengembangkan proyek-proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara untuk mendukung hilirisasi dan penguatan rantai nilai nikel nasional.

Vale Indonesia berkomitmen tinggi untuk menjalankan pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengintegrasikan aspek keselamatan, lingkungan, sosial, serta tata kelola yang baik dalam kegiatan operasional dan pengembangan perusahaan. Dengan kapasitas global, kapabilitas operasional serta pemanfaat teknologi dan energi terbarukan, Vale Indonesia terus berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, pemegang saham, Indonesia, dan dunia.(**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *