oleh

Milad Ke 1 Tahun TKM Sultra : Soni S.S Siap Menjaga dan Lestarikan Adat Istiadat Budaya Suku Tolaki di Bumi Anoa Sultra

-BERITA-219 views

FOKUSKATANEWS.COM.KONAWE-Tamalaki Kongga Momea (TKM) Sulawesi Tenggara (Sultra) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 1, yang jatuh pada 1 Oktober 2022, yang digelar di Balai Pertemuan Laugi Kelurahan Ranoeya, Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sabtu (1/10/2022).

Dalam perayaan HUT TKM Sultra tersebut, turut di hadiri oleh tokoh Tolaki seorang sejarawan dan budayawan Sultra Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., Ajemain Suruambo S.Si M.Sos Selaku DEWAN SARA FORDATI SULTRA, serta di hadiri para ormas tolaki yang ada di wilayah Sultra diantaranya: DPP LAT SULTRA, DEWAN ADAT MEKONGGA (DAM), Tamalaki Sultra, Tamalaki Wonua Mekongga, Tamalaki Momea Mopute Sultra, Tamalaki Kinea Mèkongga, Tamalaki Sorume Mekongga,  Pobende Sara Wonua Ndolaki Hipmat Sultra, Banderano Tolaki, Taawuno Tolaki, Persatuan Suku Tolaki Indonesia, Tamalaki Wonua Ndolaki, Tamalaki Pobende Wonua Ndolaki Sultra, Ana Ndolaki Mepokoaso, Tamalaki Kerajaan Mekongga, Hipmat Sultra, Ponggawano Tamalaki, Tamalaki Kalosara Mekongga, Panglima Kapita Tamalaki, PMT Sultra, Tamalaki Budaya Tolaki Sultra, dan Tamalaki Wonua Konawe.

Basrin Melamba dalam sambutannya mengatakan bahwa motivasi dan inspirasi   merupakan hidup rukun dalam lingkungan adat istiadat suku Tolaki, Dimana suku Tolaki Konawe-Mekongga merupakan bagian yang tidak terpisahkan karena dengan dasar satu yaitu suku Tolaki.

Lebih lanjut,kata dia pasukan tamalaki merupakan pasukan yang harus benar-benar menjaga harkat dan martabat serta wibawa sebagai pasukan pembela adat istiadat suku Tolaki.

“Suku Tolaki Konawe-Mekongga bagian yang tidak terpisahkan yakni suku Tolaki. Saya juga berharap kepada pasukan Tamalaki harus menjaga harkat dan martabat serta wibawa sebagai pasukan pembela adat istiadat suku Tolaki,”harapnya

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada ormas tamalaki, jika dalam membentuk suatu ormas adat harus benar-benar memahami tentang sejarah yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara.

“kiita wajib menjaga nama baik suku kita tolaki, tanah leluhur yang harus benar-benar di kelola dengan baik dan memperkerjakan masyarakat asli suku tolaki tanpa harus menjadi penonton,” ungkap Basrin Melamba.

Menurutnya sekarang banyak orang yang berkepentingan menguasai tanah-tanah adat leluhur suku Tolaki. Tanpa memperhatikan dampak lingkungan, kualitas masyarakat (dipekerjakan) dan menjadi penguasa tanpa melihat masyarakat adat suku tolaki yang berada di garis kemiskinan.

Sementara itu ketua Umum Tamalaki Kongga Momea Sulawesi Tenggara Soni S.S Mengatakan, TKM Sultra akan selalu mengutamakan atau mengedepankan silahturahmi dengan masyarakat umum tanpa memandang Rasisme dan bersinergi dengan regulasi pemerintah yang telah ditetapkan, dan pihaknya juga terus menjalin hubungan yang baik dengan aparat kepolisian dan TNI khususnya yang ada di tanah Wonua Ndolaki maupun di wilayah Sultra.

“Kita selalu utamakan silahturahmi dengan masyarakat umum tanpa memandang rasisme dan terus bersinergi bersama pemerintah yang telah ditetapkan regulasinya, dan juga menjalin hubungan baik TNI/Polri khususnya di tanah Wonua Ndolaki maupun di wilayah Sultra,”katanya

Sony juga berharap, pihaknya akan benar-benar menjadikan organisasi sebagai garda terdepan dalam membela, menjaga serta melestarikan adat istiadat yang berada di Tanah Wonua Ndolaki Sultra.

“Kami dari TKM Sultra saat ini berjumlah baru beranggotakan kurang lebih 200 orang, tetapi kami tidak akan mundur, apabila harkat dan martabat suku tolaki di injak-injak bahkan direndahkan oleh oknum-oknum yang merusak atau rasis,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan akan selalu bersedia menjadi garda dalam menjaga, membela dan melestarikan adat budaya tolaki sesuai dengan tema yang diangkat : “Merawat Silaturahmi serta solidaritas antar sesama anggota dan lembaga adat, guna menjadi garda terdepan dalam menjaga adat istiadat budaya suku tolaki”.

“Maka dari itu kami bersedia jadi garda dalam menjaga, membela dan melestarikan adat budaya tolaki sesuai dengan tema yang kami angkat,” ungkap Sony Ketua Umum TKM Sultra.

Untuk di ketahui Bahwa Secara Legal Ormas TKM SULTRA ini didirikan Oleh Soni S.S, bersama Mahjur Doro dan Achmad Fuad Bawasir. S.T,. **(DRT).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *