FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA-
Irjen Pol. Dwi Irianto, S.I.K., M.Si., Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan kunjungan kerja ke Proyek Strategis Nasional (PSN) PT. Indonesia Pomalaa Industry Park (PT. IPIP) di Desa Sopura dan Desa Oko-oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pada Minggu (11/5/2025).
Dalam kunjungan kerja tersebut melibatkan sejumlah pejabat utama Polda Sultra sebagai bentuk monitoring, evaluasi, dan asistensi sistem manajemen pengamanan proyek agar tetap kondusif.
PT. IPIP, perusahaan yang fokus pada industri baterai lithium, diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri terbesar di dunia, dan investasinya yang sangat besar dinilai sebagai anugerah bagi masyarakat Sultra terkhusus masyarakat Kabupaten Kolaka.

Kapolda Dwi Irianto berharap pentingnya peran seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan, dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar iklim investasi tetap kondusif.
Dwi Irianto juga menyampaikan keberhasilan investasi itu berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penguatan ekonomi Negara. Olehnya itu kegagalan dalam menjaga keamanan, bahkan berpotensi menyebabkan kerugian besar jika investasi tersebut berpindah ke daerah atau Negara lain.
“Investasi sebesar ini bukan hanya tanggung jawab kepolisian dan TNI, tetapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” tegas Kapolda. “Kita harus bersama-sama menjaganya,” ucapnya.
Kapolda Sultra juga menekankan, bahwa pentingnya edukasi dan pelatihan bagi generasi muda agar mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing dalam perekrutan di PT. IPIP. Masyarakat juga didorong untuk jeli melihat peluang usaha yang muncul seiring dengan pembangunan pabrik ini, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka.
“Kami berharap, seluruh anak bangsa turut berperan aktif dalam mensukseskan pembangunan PT. IPIP, sambil tetap menghargai nilai-nilai kearifan lokal, adat budaya suku Tolaki, dan menjaga kelestarian lingkungan,”harap Irjen Pol. Dwi Irianto.
Usai memberikan sambutan
Kapolda Sultra bersama rombongan menerima paparan dari Chief Executive Officer (CEO) PT. IPIP, Mr. Shao Weisheng; Direktur KNI, Mr. Ning Jiancheng; dan General Manager Rimau Grup, Dr. Saefuddin Muslimin. Paparan tersebut menjelaskan progres pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk jalan dan hunian karyawan.

Sementara itu, Mr. Shao Weisheng mengatakan, bahwa kawasan HPAL seluas kurang lebih 260 hektar akan memiliki kapasitas produksi 120 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun. Tahap pertama pembangunan akan menggunakan lahan seluas sekitar 1200 hektar. Pembangunan hunian karyawan yang mampu menampung 10.000 orang hampir rampung, sementara infrastruktur jalan terus dikerjakan. Smelter sendiri ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2026.
“Kami berkomitmen membangun industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk itu mohon dukungannya dan doa kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kolaka agar pembangunan smelter dapat selesai tepat waktu,” kata Mr. Shao Weisheng. “PT. IPIP.
Untuk diketahui dalam kunjungan kerja Kapolda Sultra bukan hanya sekadar kunjungan seremonial, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam mendukung investasi strategis nasional dan kerjasama yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan smelter PT. IPIP dan dampak positifnya bagi perekonomian Sulawesi Tenggara.***(DRT).










Komentar