FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si., memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kolaka, Kamis (8/10/2026), untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati meminta seluruhOPD terkait memperkuat koordinasi, memetakan kebutuhan pangan, serta mengantisipasi potensi kekurangan pasokan.
Berdasarkan data September 2026, inflasi tahunan Kabupaten Kolaka mencapai 4,42 persen, lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Tenggara sebesar 4,17 persen dan nasional sebesar 3,28 persen.
Kondisi ini dipengaruhi antara lain oleh ketidakseimbangan permintaan dan pasokan, seiring bertambahnya jumlah penduduk serta kehadiran sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang meningkatkan kebutuhan pangan dan komoditas pokok masyarakat.
Bupati menegaskan,bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya melalui operasi pasar untuk meredam kenaikan harga, tetapi harus disertai langkah nyata menambah ketersediaan pasokan.
Strategi yang didorong meliputi peningkatan produksi lokal, pengembangan hortikultura, pemanfaatan lahan pekarangan, serta kerja sama dengan daerah pemasok untuk mendatangkan komoditas tertentu dari luar daerah.
“Kita tidak bisa hanya fokus meredam harga melalui operasi pasar. Pasokan juga harus ditambah,termasuk melalui kerja sama dengan daerah penghasil agar kebutuhan masyarakat Kolaka dapat terpenuhi,” tegas Bupati.
Selain itu, Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar diminta semakin intensif dan menjangkau lebih banyak masyarakat pada 2027.
Melalui penguatan pasokan, kerja sama antardaerah, dan
intervensi pasar yang tepat sasaran, Pemkab Kolaka berupaya memastikan ketersediaan bahan pokoktetap terjaga, harga terjangkau, serta tekanan inflasi dapat dikendalikan secara berkelanjutan.(**)
















Komentar