FOKUSKATANEWS.COM.KOLAKA- Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) dalam Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (PEMIRA) tahun 2026 guna memperkuat kapasitas penyelenggara dan pengawas agar pemilihan mahasiswa berlangsung demokratis, transparan, dan berintegritas, bertempat di Aula Auditorium USN Kolaka, Selasa (10/2/2026),
Dalam kegiatan bimbingan teknis dalam pemilihan umum raya mahasiswa tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi USN Kolaka, Qammaddin,S.Kom.,M.Kom,.CITSM.,ECIH turut dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Kolaka, Abdul Rahman, SP, sebagai narasumber utama. Materi menekankan prinsip LUBER JURDIL, penguatan legitimasi hasil, transparansi proses, serta akuntabilitas penyelenggaraan, termasuk tantangan dan praktik terbaik pemilu di era digital.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi USN Kolaka, Qammaddin menegaskan bahwa PEMIRA bukan sekadar agenda rutin organisasi kemahasiswaan, melainkan instrumen pembelajaran demokrasi yang menuntut kedisiplinan aturan dan tanggung jawab penyelenggara. Ia mengingatkan agar seluruh tahapan pemilihan dijalankan secara tertib dan sesuai regulasi.
“Keberhasilan PEMIRA tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih, tetapi bagaimana prosesnya berlangsung. Proses yang transparan dan akuntabel akan memperkuat kepercayaan mahasiswa terhadap demokrasi kampus,” ujarnya.

Qammaddin juga menyoroti pentingnya pemahaman teknis bagi penyelenggara dan pengawas agar potensi kelemahan dalam proses pemilihan dapat diantisipasi sejak awal. Menurutnya, pelaksanaan PEMIRA di berbagai perguruan tinggi sering kali menghadapi tantangan yang sama, mulai dari minimnya partisipasi hingga persoalan administrasi.
“PEMIRA adalah pendidikan demokrasi bagi mahasiswa. Kolaborasi dengan KPU Kolaka memastikan PEMIRA dikelola sesuai regulasi, berintegritas, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, USN Kolaka berharap kolaborasi strategis ini memperkokoh budaya demokrasi kampus dan menghasilkan kepemimpinan mahasiswa yang legitim dan dipercaya.
Sementara itu Ketua KPU Kolaka Abdul Rahman dalam pemaparanya menekankan pentingnya integritas penyelenggara sebagai perlindungan utama terhadap konflik dan delegitimasi hasil. Ia juga berbagi pengalaman penguatan pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga mitigasi risiko teknis pada sistem pemungutan suara berbasis daring.
Kegiatan ini diikuti KPURM dan PAWASRA dari tingkat universitas dan fakultas. Melalui BIMTEK, peserta dibekali pemahaman tugas, wewenang, alur tahapan, dokumentasi, serta mekanisme penyelesaian sengketa sesuai ketentuan, agar seluruh proses PEMIRA berjalan tertib dan sah.(***)










Komentar